Rabu, 10 November 2010

ANALISIS RESEP DOKTER


Copy resep:
      PT. ASURANSI KESEHATAN INDONESIA
    
                  RSUD              :  A
                  Dokter             :  dr. B
                  Tanggal           :  03/06/10

R/ Amoxycillin mg 500 tab No X
    S 3 dd 1 
R/ Paracetamol mg 500 tab No X
    S 3 dd 1
R/ Dexamethason tab No X
    S 3 dd 1
R/ OBH syr No I
    S 3 dd C1
R/ Vit C tab No X
    S 3 dd 1 
Nama    :  Ny. Sumiyati
Umur     :  30 tahun
Alamat   :  Tegalarum































Analisis Resep: 
     1.  Identitas dokter:
Dari resep yang telah diberikan, sudah benar. Di sana terdapat identitas nama dokter praktek yaitu dr.B. dan sudah terdapat alamat unit pelayanan kesehatan yaitu di RSUD A
     2.  Nama kota:
Pada resep yang diberikan sudah terdapat nama kota yang dicetak dalam blanko resep dan juga sudah ditulis tanggal, 03/06/10. Ini diperlukan dalam pelayanan resep berkaitan dengan persyaratan dalam perundang – undangan. Namun dalam penulisan tanggal disini belum lengkap, sebaiknya tahun dicantumkan dalam tanggal penulisan resep agar tidak tercampur dengan resepan tahun yang lain.
     3.  Superscriptio:
Dalam resep yang diberikan, tampak penulisan sudah tepat, berada di sisi kiri atas. Karena obat yang diberikan lebih dari satu sehingga dituliskan R/ lagi. Dalam resep tersebut obat-obat yang diberikan adalah obat-obat generik. Jadi resep tersebut merupakan bentuk formula officinalis.
     4.  Inscriptio:
a.       Penulisan Nama Obat
     Pada resep yang diberikan penulisan nama obat pada resep tersebut sudah benar dan penulisan jelas.
b.      Spesifikasi Sediaan Jadi
       Pada resep yang diberikan dapat diketahui bentuk sediaan kelima jenis obat tersebut, yaitu ”tab” yang berarti tablet dan ”syr” yaitu sirup. Penulisan singkatan sediaan obat tersebut sudah sesuai dengan singkatan resmi Farmakope Indonesia atau Nomenklatur Internasional.
c.       Penulisan Satuan Berat, Volume dan Unit
         Dalam formula resep di atas, sudah dituliskan satuan volume, berat dan unit.
d.      Jumlah Jenis Obat/Sediaan
      Penulisan jumlah R/ sudah benar yaitu dengan mencantumkan R/ lagi apabila resep yang diberikan lebih dari 1 obat. Di sini cara pemakaian obat belum disertakan, misal a.c. (ante coenum= sebelum makan) atau p.c. (post cibum=sesudah makan).
e.       Satuan Biji (tablet, kapsul, botol)
         Penulisan jumlah obat yang diberikan sudah tepat dengan menggunakan angka romawi (X).
f.       Penggunaan Tulisan Singkatan
        Penulisan dosis pada resep yang diberikan tidak ada tanda titik untuk pemisah antara d (de) dengan d (die), seharusnya 3.d.d.1
g.      Tanda Pemisah antara R/
      Antara satu tanda R/ untuk satu jenis obat sudah dipisah dengan garis penutup dan paraf dokter. Di sini tanda tangan dokter tidak tertulis karena obat yang diresepkan bukan dari golongan narkotika maupun obat keras tertentu.
     5.  Subscriptio
         Penulisan jumlah obat yang diberikan sudah tepat karena menuliskan No. (nomero), dimana N ditulis dengan huruf besar dan tetapi setelah huruf o kurang tanda titik. Penulisan jumlah obat yang diberikan sudah tepat dengan menggunakan angka romawi X. Jadi penulisan yang benar adalah No.X.
     6.  Signatura
         Dalam resep yang diberikan sudah tertulis simbol S (signatura = tandailah), tetapi penulisan tanda S kurang jelas seperti tanda garis lengkung sedangkan untuk letak tanda S sudah tepat.
     7.  R/ pertama.
         Tertulis “Amoxycillin mg 500 tab No X”,artinya obat Amoxycillin 500 mg sebanyak 10 tablet. Di bawahnya tertulis aturan pakainya “S 3 dd 1”, signa ter de die uno artinya Pakailah obat Amoxycillin 500 mg, 3 kali sehari 1 tablet sekali minumnya.
         Amoxycillin adalah antibiotik yang stabil dalam suasana asam lambung, aktif terhadap organism Gram positif dan negatif. Dosis yang diberikan sudah tepat untuk dewasa, yaitu dosis sekali minum 1 tablet (500 mg) sedangkan dosis per hari adalah 3 tablet (1500 mg). Di sini perlu ditandai atau dijelaskan kepada pasien bahwa untuk pemakaian Amoxycillin harus habis 10 tablet.
     8.  R/ kedua.
         Tertulis “Paracetamol mg 500 tab No X”, artinya obat Paracetamol 500 mg diminta sejumlah 10 tablet. Di bawahnya tertulis aturan pakainya “S 3 dd 1”, Signa ter de die uno  artinya Pakailah obat Paracetamol 500 mg itu 3 kali sehari masing-masing 1 tablet sekali minumnya.
         Paracetamol adalah obat analgesik antipiretik yang diindikasikan untuk meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam. Dosis terukur tiap 1 tablet Paracetamol adalah 500 mg. Pemberian dosis untuk dewasa sudah tepat yaitu 3 kali 1 tablet sekali minum, sedangkan dosis per hari adalah 3 tablet atau setara dengan 1500 mg.
      9.  R/ ketiga.
      Tertulis “Dexamethason tab No X”, artinya obat Dexamethason diminta sejumlah 10 tablet. Di bawahnya tertulis aturan pakainya “S 3 dd 1”, Signa ter de die uno artinya Pakailah obat Dexamethason tablet 3 kali sehari 1 tablet sekali minumnya.
     Dexamethason merupakan glukokortikoid sintetik dengan aktivitas imunosupresan (antialergi) dan antiinflamasi, bekerja dengan menurunkan respon imun tubuh terhadap stimulasi rangsang dan menekan atau mencegah respon jaringan terhadap proses inflamasi serta menghambat akumulasi sel. Dosis terukur untuk tiap tablet adalah 0,5 mg. Dosis sekali minum 1 tablet (0,5 mg) dan dosis per hari adalah 3 tablet (1,5 mg).
     10. R/ keempat.
       Tertulis “OBH syr No I”, artinya obat OBH sirup sejumlah 1 botol. Di bawahnya tertulis aturan pakainya “S 3 dd C1”, Signa ter di die cochlear uno artinya Minum OBH sirup 3 kali sehari 1 sendok makan.
       OBH sirup merupakan obat batuk yang mampu mengatasi batuk produktif yang disertai hidung tersumbat, alergi, demam dan sakit kepala yang menyertai flu. Dosis sekali minum adalah 1 sendok makan (15 cc) dan dosis per hari adalah 3 sendok makan (45 cc).
     11. R/ kelima
         Tertulis “Vit C tab No X”, artinya vitamin C sejumlah X tablet. Di bawahnya tertulis aturan pakainya “S 3 dd 1”, Signa ter di die uno artinya minumlah vitamin C tablet 3 kali sehari 1 tablet.
         Vitamin C atau asam askorbat merupakan vitamin antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas sehingga berperan penting dalam menangkal berbagai penyakit. Dosis sekali minum adalah 1 tablet dan dosis per hari adalah 3 tablet.
     12. Identitas pasien
         Meliputi nama, umur dan alamat yang umumnya tercetak dalam blanko resep (tulisan pro, umur dan alamat). Dalam penulisan identitas pasien sudah benar dengan ditulis nama pasien yaitu Ny. Sumiyati. Namun dalam resep ini tidak dituliskan umur dan alamat pasien. Dimana seharusnya umur dan alamat juga dicantumkan dalam identitas pasien, karena alamat pasien berguna dalam memudahkan pihak apotek dalam penelusuran apabila terdapat kesalahan dalam pelayanan obat. Sedangkan umur berguna dalam membantu dalam perhitungan dosis pemberian obat yang tepat, terutama pada pasien anak dan lansia.
     13. Diagnosis Penyakit dari Resep di atas
         Radang tenggorokan yang disertai batuk produktif.